Sabtu, 01 Agustus 2020

Pengalaman Makan di HOKBEN di Masa Transisi New Normal

Assalamualaikum, teman-teman semuanya. Gimana kabarnya setelah statusnya menjadi New Normal? Mamiyu pribadi masih di rumah aja sih, keluar rumah paling kalau pas lagi nyetok keperluan dapur lagi habis. Lagian anak-anak pun bersekolah masih melalui daring, belum ada tatap muka seperti biasa. Tapi gak menutup kemungkinan untuk mencoba keluar rumah untuk refreshing.

Rabu, 29 Juli 2020 kemarin, Mamiyu mencoba refreshing tipis-tipis ke salah satu Mall yang ada di Jakarta. Wah, ternyata semuanya sudah menerapkan sosial distancing dengan protokol kesehatan yang sesuai dengan WHO. Pas banget sampai Mall menjelang makan siang gitu, tanpa pikir panjang Mamiyu langsung melipir ke Hoka-Hoka Bento. Kebetulan emang udah #KangenHokben banget! Terakhir makan di Hokben tuh Akhir tahun 2019. Udah lama banget kan yaa.




Dari kejauhan, langsung terpampang deh tuh banner menu baru nya Hokben, New "TOKYO CURRY". Tapi entah kenapa, kok berasa dejavu ya. Kayaknya pernah makan menu curry di HokBen. Akhirnya, Mamiyu memesan kedua menu tersebut, biar gak penasaran! Setelah pesan dan coba bertanya ke salah satu staf Hokben, ternyata menu Curry ini merupakan menu seasonal yang dulu pernah muncul di HokBen. Kerinduan dan antusias pelanggan yang besar mendorong HokBen untuk kembali menghadirkan menu tersebut di tahun 2020, tentunya dengan racikan rasa curry yang telah disempurnakan. Bener, kan ternyata! Pantesan rasanya kayak dejavu gitu.

✅ Tokyo Curry Chicken Katsu (Rp 38.182)


Sesuai ekspektasi banget! Foto katsu yang dibanner gak jauh beda dengan katsu yang disajikan (penting nih). Potongan chicken katsu nya tebel-tebel. Daging ayamnya masih juicy tapi beneran enak dimakan. Gak terlalu berminyak. Padahal masuk kategori gorengan kan ya ini tuh. Garing diluar, lembut didalam. Gurihhh! Kulit tepung nya pun gak terlalu tebel. Biasanya yang bikin males makan Katsu kalau kulitnya tebel eh dagingnya tipis. Nah, di Hokben ini enggak. Dengan harga 38rb-an sebelum pajak, overall lumayan banget. Beneran kenyang karena porsinya masuk kategori banyak.

✅ Tokyo Curry Ebi Furai (Rp 45.455)


Ebi Furai merupakan paduan olahan udang dengan baluran tepung roti khas HokBen yang gurih. Gak tau kenapa, Mamiyu beneran jatuh hati banget sama menu goreng-gorengannya HokBen. Biasanya kalau makan gorengan, berasa makan minyak. Apalagi gorengan yang dilapis tepung roti yang notabenne kalau masaknya salah, pasti minyak nya ngiket banget di tepungnya. Setelah makan, perut jadi gak enak. Tapi ini enggak! Beneran.. Apa lagi Ebi Furai, Udang nya gak bohong. Beneran gede juga dalemnya. Sama dengan Chicken Katsu, Ebi Furainya sesuai sama foto yang ada di banner. Tepung nya gak terlalu tebal, udangnya pun besar dan tebel-tebel. Dagingnya lembut, gak alot. Boleh minta resepnya gak sih ya, gimana caranya bisa masak gorengan seenak ini? Hahahaha.. 




Review Tokyo Curry

Curry nya enak, dan yang penting nih ya kuah nya kental gitu. Sesuai sama selera Mamiyu banget sih ini. Kan ada tuh ya kuah curry yang cair gitu. Makannya malah aneh. Jadi kayak sop kuah butek, iya gak sih? Karena kan sebenernya kuah curry itu cocoknya kalau disajikan kental.

Sayurannya (wortel dan kentang) juga pas sih ini. Gak terlalu lembek karena kelamaan dimasak. Dikunyah tuh masih ada teksturnya gitu, cruncy! Ternyata kunci nya ada di bumbu nih, kuah curry nya bukan pakai santen tapi susu. Pantesan walau kental gitu tapi rasanya gak terlalu strong dan yang pasti enak. Jadi gak bikin eneg.

Awal sempet mikir, curry itu pedes. Ternyata gak pedes sama sekali. Jadi buat anak-anak udah pasti bisa. Cuma untuk Mamiyu yang doyan pedes, agak kurang ya kalau gak ada pedes-pedesnya. Tapi kebantu dengan Acar khas HokBen. Walau sebelumnya ngira, menu Tokyu Curry ini bakalan dapet salad ala HokBen sebagai pendamping. Ternyata enggak, cuma dikasih acar wortel sama saos ala HokBen yang enak itu 😁 Ternyata kalau saosnya dicampur ke acarnya dan digabung sama kuah currynya, pas lho! Rasa pedesnya nyambung.

Selama lebih dari 35 tahun, HokBen telah menjadi restoran cepat saji bergaya Jepang yang banyak disukai Masyarakat Indonesia. Karena kualitas bahan makanan, rasa yang enak, dan menu nya yang beragam. HokBen sangat berkomitmen untuk membawakan kebaikan bagi seluruh Pelanggannya, memberikan layanan terbaik serta selalu menjaga kualitas dan kemanan produknya.

Selama masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi, HokBen selalu mengikuti anjuran dari pemerintah pusat dan daerah. Seperti yang Mamiyu datengin kemaren di HokBen FX Jakarta, HokBen menerapkan aturan pengunjung 50 persen untuk yang ingin makan ditempat (dine-in).

Selain itu, HokBen juga menerapkan protokol kesehatan, mulai dari karyawan dan pembersihan secara berkala untuk semua peralatan. Begitu juga dengan customer yang harus melewati pengukuran suhu tubuh, cuci tangan, wajib pakai masker, dan hal tersebut berlaku di seluruh gerai HokBen.




Selama pandemi, para pelanggan HokBen lebih banyak memesan secara online melalui Hokben Apps. Tapi emang pengalaman makan di tempat tuh emang beda sih ya sensasinya. Jadi, kesempatan Mamiyu mencoba kembali untuk makan di HokBen di masa transisi new normal ini, jujur aja Mamiyu merasa sedikit nyaman sih makan langsung di restorannya. Gak terlalu ramai. Kursi dan meja nya pun diatur sedemikian rupa (berjarak), tidak berdempetan kayak yang udah-udah.

Tentang HOKBEN

HokBen hadir di Jakarta pada 18 April 1985, dibawah manajemen PT. Eka Bogainti, sebagai restoran siap saji bergaya Jepang di Indonesia. Sebagai merek asli Indonesia, HokBen memulai perjalanannya dari satu store di Kebon Kacang, Jakarta, kemudian tumbuh dan berkembang hingga memiliki 173 gerai (data per akhir Januari 2020) di Pulau Jawa, Bali dan Sumatera.

Kalau masih ada yang ragu tentang setifikat halal, tentu HokBen sudah punya sertifikat halal no. 00160048830908 dari MUI dan sertifikat sistem jaminan halal No. HC574/LPPOMMUI/X/2017 untuk masa 4 tahun.

Restoran HokBen tersebar di Jabodetabek, Serang, Cilegon, Karawang, Banten, Bandung, Cimahi, Tasikmalaya, Cirebon, Semarang, Yogyakarta, Solo, Surabaya, Malang, Denpasar, Bandar Lampung, Pelembang, Medan, Pekanbaru. Kalau diinget lagi kebelakang, sebenernya HokBen menjadi salah satu tempat bersejarah Mamiyu dan Papino kala itu. Pertama kali kencan ya di HokBen di jalan Cihampelas, Bandung. Setelah capek keliling Cihampelas, pulangnya kita makan di HokBen. Cukup lama ngobrol disitu. Abis itu Mamiyu pulang ke Jakarta, dianterin Papino sampe depan rumah, terus dia balik lagi ke Bandung wkwkwk. Sungguh momen yang tak terlupakan.

Ohya, selain makan ditempat (dine-in), HokBen juga melayani pesanan dibawa pulang (take-away), Hokben Delivery melalui 1-500-505. Atau bisa juga memesan secara online melalui website www.hokben.co.id dan melalui Hokben Apps (aplikasi HP Android & iOS), bisa juga memesan melalui kendaraan lewat (drive-thru). Komplit, ya.

Mamiyu pernah punya keinginan merayakan ulang tahun anak di HokBen. Semoga lekas terlaksana, setidaknya setelah pandemi ini beneran away dimuka bumi ini, *Aamiin.. Secepatnya nih mau ajak anak-anak makan langsung di HokBen. Pasti mereka seneng banget deh.











1 komentar:

Mohon maaf, komentarnya dimoderasi dulu yaa.. ^_^
Buat teman-teman yang menulis komentar dengan disertakan link hidup atau berbau pornografi dan situs judi online, langsung Mamiyu hempaskan loh ya! Bhayy~
Terima kasih