Senin, 09 Mei 2022

Bahaya Penyakit Dengue & Upaya Pencegahannya

 Assalamu'alaikum semuanya.. 

Alhamdulillah yaa skarang udah Lebaran, mohon maaf lahir dan bathin yaa buat semuanya. Lebaran tahun ini Mamiyu gak mudik. Sebenarnya ada rencana untuk berkunjung ke keluarga Papino di Ciamis, tapi ternyata Allah punya kehendak lain. Papa Mamiyu kembali ngedrop pasca stroke karena diabetes. Papa di rawat di RS kurang lebih 11 hari lamanya. Sedih, karena lebarannya kami tahun ini kembali di RS (lagi). Tapi dibalik kesedihan, tentu saja ada kebagiaan. H+2 Lebaran, Papa udah bisa pulang ke rumah untuk berkumpul bersama keluarga. Namun, karena kondisi Papa masih belum stabil banget, sebisa mungkin kami membatasi sanak saudara yang ingin berkunjung. Jadi kalau bisa jangan lama lama gitu, dan kalau emang pas Papa lagi tidur, yaudah jangan dibangunin. Yah, kurang lebih begitu lah ya.. Mengurus Lansia itu gak mudah. Lebih sulit dari mengurus bayi/balita. 

Anyway, dari Lebaran sampai skarang tuh cuaca di Pondok Gede kayak lagi panas panasnya banget deh. Kalian gitu juga gak sih? Udah pasang AC pun rasanya masih gerah dan panas gitu. Gak berasa dinginnya. Bahkan ya, kalau hujan pun rasanya tetap gerah. Satu hari rasanya gak cukup mandi 2x, Mamiyu bisa mandi lebih dari 3x saking gerah nya.

Selama 11 hari Papa di RS, waktu banyak dihabiskan di ruang ICU. Gak bisa ditungguin di dalam ruangan, tapi wajib ada satu orang yang standby menginap di RS. Selama Papa di ruang ICU, banyaaaakkk banget dapet cerita yang menyadarkan Mamiyu untuk benar-benar besyukur karena menjadi sehat. Jadi ingat, waktu pertama kali Papa dibawa ke RS. Sempat ditolak sama 2 RS karena ruang IGD penuhhhh. Alhamdulillah di RS ketiga, masih kebagian bad di IGD. Itu pun gak lama Papa masuk IGD, langsung penuh semua bad terisi orang yang sakit. Dari beberapa kasus yang ada, ternyata banyak pasien yang kena demam berdarah atau dengue

Menurut WHO, penyakit dengue ini sering dijumpai di kawasan negara beriklim tropis ataupun subtropis, terutama Asia Tenggara dan kepulauan Pasifik, termasuk di Indonesia. Sejauh ini, jumlah kasus dengue (demam berdarah) di Indonesia masih tergolong tinggi. Berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI), dari awal tahun hingga per tanggal 12 April 2022 mencapai 32.213 kasus dan jumlah meninggal dunia mencapai 323 orang. Mengerikan ya, tentunya kesadaran serta partisipasi masyarakat dalam upaya pencegahan penyakit dengue di lingkungan sekitar menjadi bagian yang penting dalam menurunkan tingkat kasus dengue.


Penyakit demam berdarah disebabkan oleh virus dengue yang dibawa nyamuk Aedes, khususnya Aedes aegypti. Satu gigitan saja dari nyamuk ini bisa membuat manusia terkena penyakit demam berdarah


Pemerintah telah menargetkan penurunan angka kematian akibat dengue menjadi 0,5% pada 2025 dari 0,9% di tahun 2021. Dan juga Pemerintah terus melanjutkan kampanye pencegahan dengue melalui program 3M plus – (Menguras, Menutup, Mendaur Ulang) berikut berbagai kegiatan pencegahan lainnya seperti memelihara ikan pemakan jentik, memasang kawat di pintu dan ventilasi serta memberikan larvasida di tempat penampungan air. Namun demikian, salah satu tantangan terbesar yang dihadapi masyarakat di tengah pandemi seperti saat ini adalah membedakan gejala penularan COVID-19 dan Dengue.

Kira-kira, apa saja ya upaya pencegahan penyakit dengue? Apa lagi gejalanya dengue agak mirip-mirip dengan Covid19. Karena penasaran, akhirnya Mamiyu cari tau nih tentang dengue ini. Mengingat anak-anak Mamiyu juga masih pada kecil-kecil. Amit-amit, jangan sampai deh ya bersentuhan sama dengue ini.


Cara Membedakan Gejala Covid-19 dan Dengue

Gejala dengue beneran mirip dengan gejala COVID-19, yaitu seperti :
✅ demam tinggi,
✅ nyeri di sejumlah bagian tubuh,
✅ lesu,
✅ muncul ruam.

Untuk itu, orangtua memiliki peran yang sangat penting dalam mencermati dan mengenali beberapa tanda bahaya dengue. Untuk lebih memastikan lagi, kita juga harus melakukan pemeriksaan darah sehingga ada konfirmasi diagnosa bahwa ini adalah demam dengue dan bukan Covid19.


Fase Penyakit Demam Berdarah

Ternyata ada yang terkena penyakit dengue tapi tidak menunjukkan gejala sama sekali. Kalaupun ada, gejalanya biasanya ringan. Misalnya kayak demam biasa gitu. Tapi ada juga yang mengalami gejala infeksi berat hingga membuat jiwanya terancam. Pada umumnya penderita melewati tiga fase penyakit demam berdarah yaitu : Fase Demam, Fase Kritis, dan Fase Pemulihan. 

Fase Demam - disebut juga sebagai febrile phase

Dalam fase ini, ditandai dengan naiknya suhu tubuh hingga mencapai 40 derajat Celsius dan munculnya bintik atau ruam merah pada kulit. Demam tinggi ini biasanya dialami 2-7 hari dan diikuti turunnya sel darah trombosit. Suhu tubuh bisa tiba-tiba turun pada hari ketiga hingga keempat, lalu naik lagi secara mendadak pada hari berikutnya. Demam bifasik ini sering disertai dengan gejala lain, misalnya :
✅ Muntah-muntah
✅ Sakit kepala
✅ Nyeri otot, tulang, dan sendi
✅ Badan lemas
✅ Sakit tenggorokan


Fase Kritis atau Critical Phase

Dalam fase kritis ini, orang yang terkena penyakit dengue kerap lalai dan berisiko kehilangan nyawa. Sebab, pada fase ini suhu tubuhnya menurun dan gejala demam tak lagi terasa. Yang tak disadari adalah terdapat potensi kebocoran plasma darah dan perdarahan di tubuh penderita, termasuk di hidung dan gigi, hingga memicu syok dan membuat nyawanya terancam. Harusnya jika sudah mengalami fase ini, sudah masuk Rumah Sakit untuk penanganan lebih lanjut. Penderita dengue di Rumah Sakit menjalani pemantauan dan pemeriksaan secara detail, terutama cairan di dalam tubuh. Ini penting ya gengs, bisa fatal banget kalau sampai dehidrasi. 

Fase kritis ini biasanya terjadi sekitar tujuh hari sejak gejala awal demam. Dalam fase ini, kurang lebih berlangsung selama 24-48 jam. Bila penderita dengue gak mendapat penanganan yang tepat, kondisinya akan makin parah dan jiwanya tak terselamatkan.


Fase Pemulihan - Recovery atau Convalescent Phase

Penderita dengue masuk masa pemulihan yang berlangsung selama 48-72 jam sesudah fase kritis. Meski disebut fase pemulihan, sebenarnya belum sepenuhnya aman. Cairan dalam tubuh hatus terus dipantau supaya gak kurang ataupun berlebihan. 

Penderita dengue sangat dianjurkan untuk minum banyak air putih dan beristirahat total. Nafsu makan biasanya sudah membaik pada fase ini. Tapi masih bisa diberikan infus bila dirasa perlu untuk menjaga kondisi penderita dengue. Trombosit biasanya akan naik hingga mencapai batas normal pada fase ini hingga pulih total. 


Pemerintah telah memetakan penanganan dengue melalui Strategi Nasional Penanggulangan Dengue 2021-2025 yang berfokus pada 6 langkah strategis. Salah satu langkah strategis yang dikedepankan Pemerintah adalah inovasi karena merupakan kunci keberhasilan dalam upaya pencegahan penyebaran dengue. Yaitu :

✅ Penguatan manajemen vektor yang efektif, aman, dan berkesinambungan

✅ Peningkatan akses dan mutu tatalaksana dengue

✅ Penguatan surveilans dengue yang komprehensif serta manajemen KLB yang responsif

✅ Peningkatan partisipasi masyarakat dan institusi yang berkesinambungan

✅ Penguatan kebijakan manajemen program, kemitraan, dan komitmen pemerintah 

✅ Pengembangan kajian, penelitian, inovasi, sebagai dasar kebijakan manajemen program berbasis bukti


Gerakan Jentik Jari Sebagai Tanda Aware Dalam Pencegahan Penyakit Dengue

Perusahaan biofarmasi terkemuka (PT. Takeda Indonesia) beberapa waktu lalu menyelenggarakan Diskusi Media guna meningkatkan kesadaran publik dalam mengantisipasi dan mencegah penyebaran dengue. Menggandeng Kementerian Kesehatan Indonesia, Ikatan Dokter Anak Indonesia, dan Komunitas Dengue Indonesia, PT Takeda indonesia berkomitmen untuk bersama memberikan edukasi tentang bahaya penyakit demam berdarah dan juga upaya pencegahan yang bisa dilakukan demi meningkatkan perlindungan diri terhadap bahaya dengue.

Pada kesempatan ini, Takeda Indonesia mengajak masyarakat untuk turut berpartisipasi dalam upaya waspada dengue dengan melakukan posting foto Jentik Jari, yang menandakan bahwa kesadaran akan bahaya dengue perlu ditingkatkan, dan bahwa dengue ada di sekitar kita. 

Sementara itu, pencegahan demam berdarah yang paling efektif dan efisien sampai saat ini adalah kegiatan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan cara 3M Plus, yaitu :

🌸 Menguras,

adalah membersihkan tempat yang sering dijadikan tempat penampungan air seperti bak mandi, ember air, tempat penampungan air minum, penampung air lemari es dan lain-lain.

🌸 Menutup,

yaitu menutup rapat-rapat tempat-tempat penampungan air  seperti: drum, kendi, toren air, dan lain sebagainya.

🌸 Memanfaatkan kembali atau mendaur ulang barang bekas yang memiliki potensi untuk jadi tempat perkembangbiakan nyamuk penular Demam Berdarah.  


Sedangkan yang dimaksud dengan Plus adalah segala bentuk kegiatan pencegahan lainnya seperti :

✅ Menaburkan bubuk larvasida pada tempat penampungan air yang sulit dibersihkan, misalnya water toren, gentong/tempayan penampung air hujan, dan lain-lain. 

✅ Menggunakan kelambu saat tidur, memelihara ikan pemangsa jentik nyamuk, menanam tanaman pengusir nyamuk, menghindari kebiasaan menggantung pakaian di dalam rumah yang bisa menjadi tempat istirahat nyamuk, dan lain-lain. 

✅ Menggunakan anti nyamuk semprot maupun oles bila diperlukan.


Yuk, kalau kalian sudah menerapkan 3M Plus dan ikutan posting foto "jentik jari", share di kolom komentar, ya. Semoga kita semua dalam keadaan sehat dan terhindar dari penyakit dengue. Aamiin.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mohon maaf, komentarnya dimoderasi dulu yaa.. ^_^
Buat teman-teman yang menulis komentar dengan disertakan link hidup atau berbau pornografi dan situs judi online, langsung Mamiyu hempaskan loh ya! Bhayy~
Terima kasih