Senin, 21 Februari 2022

Cegah Stunting Bersama Akademi Keluarga Prima - Frisian Flag Indonesia

 "Mamiyu, Nadine sama Zeeanne kenapa gak kayak kakak-kakaknya ya? Susah makan apa gimana? Kok mungil² gitu badannya."


NZNZ ke4 buah hati Mamiyu & Papino


Yah, begitulah Mom.. Perkara tumbuh kembang, jangankan dibandingkan sama anak orang, anak yang lahir dari rahim yang sama juga kerap dibandingkan loh! Kenapa si Kakak begini tapi Adiknya kok begitu. Udah kenyang deh dapet omongan seperti itu.

Nadine (4 tahun) sama Zee (3 tahun) memang punya perawakan yang sedikit berbeda dengan kedua kakaknya, Nadaa (8 tahun) dan Zack (6 tahun). Ke empat nya alhamdulillah punya kesempatan yang sama dalam memperoleh ASI (paling sedikit) 2 tahun lamanya. Hal seperti ini memang pernah saya konsultasikan ke Dokter Anak jauh sebelum Adik Zee lahir. Mamiyu tuh penasaran banget sama Nadine, makan banyak tapi kenapa berat badan sama tinggi badannya agak seret ya pertumbuhannya. Akhirnya, DSA menyarankan untuk konsultasi dengan Ahli Gizi karena Nadine terindikasi KURANG GIZI!

Duarrrr... Bagaikan tersambar petir ketika dokter bilang anak Mamiyu kurang gizi. Berasa jadi Ibu yang bodoh, WHY oh WHY kok bisa kurang gizi. Padahal sudah menerapkan menu gizi seimbang setiap harinya. Bahkan aneka protein hewani gak pernah putus setiap harinya, pasti selalu ada Mamiyu suguhkan ke anak-anak Mamiyu. dan pastinya banyak lagi pertanyaan-pertanyaan lainnya yang gak habis pikir, "KOK BISA ANAK KU DIBILANG KURANG GIZI" 😭

Seiring bertambahnya waktu, apa lagi ketika adik Zee lahir dan sampai sekarang, kok kayaknya adik Zee ini mirip-mirip Nadine ya perawakannya. Sempet disindir, katanya : "Nadine sama Zee gak cocok jadi anak Mamiyu karena Mamiyu kan besar badannya."

Bisa dibilang, dari ke empat anak Mamiyu, hanya Adik Zee yang seumur hidupnya dihabiskan hanya di rumah aja. bisa dihitung deh dia keluar rumah itu kapan. Pokoknya selepas Zee ulang tahun yang pertama, yaudah gak kemana-mana lagi sampai sekarang. Iya, anak pandemi dia kan. Boro-boro bisa staycation, untuk pergi ke posyandu aja gak bisa. Karena semenjak pandemi 2 tahun yang lalu (bahkan) hingga sekarang, posyandu disini tutup. Gak ada lagi kader-kader yang mengubungi Mamiyu untuk datang ke Posyandu tiap bulannya. Kalau kakak-kakaknya udah pasti rutin ke Posyandu setiap bulannya, Nah Adik Zee ini enggak. Udah 2 tahun lebih gak ke Posyandu. Jadi buku pink nya banyak lembaran kosong. Gak ada update Berat Badan dan Tinggi Badan tiap bulannya. Jadi ya seinget nya aja Mamiyu nimbang dan ukur tinggi badannya Adik Zee. Miris, ya.. Pemerintah dan instansi-instansi kesehatan sepertinya hanya fokus soal covid19 saja tapi seperti sedikit terlupakan urusan anak anak seperti Posyandu, misalkan. 


Teteh Nadaa & Abang Zack

Dede Zee & Cece Nadine

Eh pas banget dong ternyata Mamiyu dapat kesempatan untuk mengikuti webinar bersama Kumpulan Emak Emak Blogger & Frisian Flag Indonesia. Tepatnya kamis, 17 Februari 2022 yang lalu. Webinar berlangsung melalui aplikasi Zoom. Mengangkat tema "FRISIAN FLAG PRIMAGO DENGAN KANDUNGAN 9AAE DAN TINGGI DHA UNTUK GENERASI PRIMA INDONESIA YANG KUAT DAN TINGGI, CERDAS, SERTA BEBAS STUNTING." Ada cukup banyak narasumber yang dihadirkan, antara lain :

  • Prof. dr Rini Sekartini, Sp.A (Ketua IDAI Jakarta)
  • Baim Wong dan Paula Verhoeven (pasangan artis, orangtua dua orang anak)
  • Andrew F. Saputro (Corporate Affairs Director PT.Frisian Flag Indonesia)
  • Pratiwi Rosani (Marketing Manager PT. Frisian Flag)
  • Purwanto Wahyudi (Senior Manager Marketing Microeconomics Indomaret)


Cegah Stunting dan Dampak Negatifnya Terhadap Perkembangan Otak dan Pertumbuhan Fisik Anak Prima dengan 9AAE dan DHA 4X


Bisa dibilang, Frisian Flag Indonesia senantiasa melakukan berbagai inovasi dalam upaya mengoptimalkan pertumbuhan fisik dan perkembangan otak anak. Sebagai salah satu wujud inovasi tersebut, Frisian FIag Indonesia hadir dengan produk susu bubuk pertumbuhan FRISIAN FLAG® PRIMAGRO® 1+ dan 3+ dengan kandungan 9 Asam Amino Esensial (AAE) lengkap dan DHA 4X Lebih Tinggi*, yang diformulasikan khusus dengan mempertimbangkan nutrisi lengkap yang dibutuhkan anak utamanya pada 1.000 hari pertama kehidupan untuk membantu anak tumbuh lebih kuat dan tinggi, dan meningkatkan perkembangan otak anak agar mampu berpikir kreatif dan memecahkan masalah.

Mamiyu jadi semakin tertarik nih sama pembahasan stunting. Secara Mamiyu sendiri memiliki tinggi badan yang sangat rata-rata (158cm) sedangkan Papino pun (160cm). Tidak bisa dibilang tinggi, ya tapi kami juga gak pendek-pendek banget kan ya. Tapi mau banget punya anak-anak yang dewasa kelak mempunyai tinggi diatas kami. Yah minimal untuk Abang sekitar 170cm-an lah ya dan untuk Teteh, Cece, dan Dede minimal 165cm-an. Mungkin gak ya kira-kira?

Menurut dr. Rini, "Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak dibawah dua tahun yang disebabkan kekurangan gizi pada waktu yang lama (kronis). Perhatikan frase dua tahun dan kekurangan gizi pada waktu yang lama. Selain itu, gak boleh terburu-buru menjudge seorang anak stunting. Memang, stunting sudah pasti pendek, tapi pendek belum tentu stunting. Pendeknya yang bagaimana dulu? Pakai parameter tinggi badan dan Berat Badan terhadap usia anak, bisa dicek berdasarkan kurva WHO dan hal ini ada di buku KIA yang berwarna pink."

Nah, ini nih.. Jadi patokannya emang berdasarkan kurva WHO ya Moms, jangan pakai "mata-meter". Ngeliat anak orang kok kayaknya pada tinggi-tinggi gitu, begitu liat anak sendiri kok kayaknya pendek. Padahal tetap harus pakai parameter tinggi dan berat badan yang sesuai dengan umur dan jenis kelaminnya.

dr. Rini kembali mengatakan kalau, "Status gizi anak sangat dipengaruhi oleh kualitas dan kuantitas makanan yang dikonsumsi. Pola makan bergizi seimbang perlu diterapkan agar dapat mempengaruhi status gizi anak secara positif. Gizi seimbang dapat dicapai apabila makanan yang dikonsumsi dalam jumlah cukup, berkualitas baik, dan beragam jenisnya untuk memenuhi nutrisi yang diperlukan tubuh. Anak yang terlahir dengan gizi kurang akan tumbuh menjadi remaja dengan status gizi kurang dan berpotensi kembali melahirkan anak dengan kondisi gizi kurang. Mata rantai inilah yang mesti kita putus dengan berbagai macam upaya, dibutuhkan sosialisasi dan edukasi, tetapi perubahan perilaku tidak terjadi secara instan, perlu waktu, kesabaran dan peningkatan literasi agar masyarakat paham penting kecukupan gizi dalam upaya mencetak generasi Indonesia yang unggul di masa mendatang.”




Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis terutama dalam 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Stunting yang tidak dideteksi sejak dini akan memberikan dampak buruk terhadap pertumbuhan fisik dan perkembangan otak anak, yaitu terjadinya gagal tumbuh ditunjukkan dengan tinggi badan pendek dan perkembangan intelektual yang terhambat. Dalam jangka panjang, stunting dapat menimbulkan dampak berupa gangguan metabolik yang meningkatkan risiko obesitas, diabetes, stroke, dan jantung


Isu stunting menjadi perhatian khusus Frisian Flag Indonesia dan induk perusahaannya Friesland - Campina. Tahun 2010 Friesland - Campina telah memulai survei untuk mengetahui status gizi anak-anak di beberapa negara di Asia Tenggara termasuk Indonesia. Corporate Affairs Director PT Frisian Flag Indonesia, Andrew F. Saputro, mengemukakan keseriusan Friesland - Campina dan Frisian Flag Indonesia mendalami isu stunting dan membantu pemerintah Indonesia, “Frisian Flag Indonesia berkomitmen untuk berperan aktif membantu pemerintah Indonesia mengatasi stunting dan kami didukung oleh FrieslandCampina selaku induk perusahaan kami untuk mendalami isu ini melalui South-East Asia Nutrition Surveys (SEANUTS), yakni studi lapangan yang mempelajari status gizi dan kesehatan anak-anak di Indonesia, Malaysia, Thailand, Vietnam.” SEANUTS bertujuan memberikan wawasan tentang status kesehatan anak dengan mengukur asupan makanan, kebiasaan makan, status gizi, pertumbuhan, komposisi tubuh, aktivitas fisik, serta perkembangan dan kinerja kognitif. Hasil temuan SEANUTS kami manfaatkan untuk membuat program-program kerja yang mendukung perbaikan gizi dan mencegah stunting pada anak-anak Indonesia, termasuk menyediakan produk-produk susu yang berkualitas tinggi.

Iya juga sih. Setelah dirunut kebelakang, kenapa Mamiyu gak tinggi-tinggi banget, kata Mamah tuh setelah Mamiyu lepas ASI gak pernah mau minum susu. Bahkan sampai skarang, Mamiyu masih gak suka minum susu. Entah kenapa.


Cegah Stunting Dengan Akademi Keluarga PRIMA

Memang stunting itu akan jauh lebih efektif apabila dicegah sebelum usia 2 tahun. Namun, jika stunting baru ketahuan di atas 2 tahun (ternyata) masih bisa diperbaiki, lho!

Tumbuh kembang anak erat kaitannya dengan kualitas tidurnya di malam hari. Untuk itu dr. Rini menyarankan untuk segera mengecek bagaimana kualitas tidur si anak setiap harinya.

Ada pun langkah pencegahan stunting menurut dr. Rini, yaitu:
  • Memperhatikan kesehatan dan asupan nutrisi ketika ibu sedang hamil.
  • Memberikan ASI eksklusif (selama 6 bulan).
  • Berikan MPASI tepat waktu, dengan memperhatikan asupan bahan makanan sumber protein termasuk susu.
  • Memperhatikan kebersihan anak dan lingkungan sekitar. 
  • Memantau tumbuh kembang anak secara berkala.

Nah, ini.. Untuk point terakhir emang Mamiyu skip banget untuk Adik Zee. Karena terbiasa ke Posyandu tiap bulan, begitu ada pandemi jadi gak ada Postandu yang buka, eh malah bablas dong. Yah, pokoknya jangankan untuk mengukur tinggi anak dan menimbang berat badan anak, pemberian obat cacing dan vitamin A juga rada mandeg nih jadinya.. Huhuhu.. 

Anak-anak adalah masa depan bangsa, dan jika suatu bangsa ingin maju maka anak-anak harus tumbuh dengan gizi yang tepat. Orang tua tentunya sangat bertanggung jawab untuk menyiapkan asupan bergizi untuk dikonsumsi anak-anaknya. Untuk itu, orang tua harus memiliki pengetahuan yang baik tentang kualitas dan kuantitas makanan yang perlu dikonsumsi dan memahami pola makan bergizi seimbang untuk diterapkan kepada anak-anak.

Di tengah acara, hadir public figure sekaligus orang tua dari dua anak yaitu Baim Wong dan Paula Verhoeven yang tengah menikmati kehadiran putranya yang kedua, “Sebagai orang tua kami ingin memberikan yang terbaik baik Kiano yang kini berusia 2 tahun. Di 1.000 hari pertama kehidupannya, kami ingin memastikan pertumbuhan otak dan tumbuh kembangnya berlangsung optimal. Untuk itu kami memilih susu pertumbuhan FRISIAN FLAG PRIMAGRO dengan formula 9AAE dan DHA 4X Lebih Tinggi. Kombinasi nutrisi primanya yang lengkap dan jumlah yang lebih tinggi berperan penting dalam tumbuh kembang Kiano. Semoga Kiano menjadi anak yang sehat dan terhindar dari stunting, serta menjadi anak cerdas dan kreatif mencari jalan keluar sebuah masalah.” Hayooo.. Siapa disini yang suka ngikutin update-an kedua pasangan ini. Lucu banget ya Kiano.. Terlihat aktif, sehat dan pintar. Ternyata susunya FRISIAN FLAG PRIMAGO.. 




Ternyata di acara Webinar ini juga ada launching Akademi Keluarga Prima persembahan dari Frisian Flag Indonesia. Apasih Akademi Keluarga Prima, Mamiyu? Akademi Keluarga Indonesia merupakan program posyandu dalam platform online dan offlineINI DIA YANG KITA TUNGGU-TUNGGU YA, MOMS! 😍

Platform posyandu online yang digagas Frisian Flag Indonesia yang bernama Akademi Keluarga Prima ini merupakan pengembangan fitur dari website https://www.ibudanbalita.com/. Disini orang tua mendapat kemudahan untuk memonitor secara mandiri tumbuh kembang anak, dimana pun kita berada. 

Akademi Keluarga Prima ini mempunyai 3 program yang bisa kita ikuti, yaitu :

1. Parenting Style Test


Fitur pertama di Akademi Keluarga Prima ini kita bisa mengetahui kira-kira parenting style yang kita miliki itu seperti apa ya. Untuk mengetahuinya, kita bisa mengisi berbagai pertanyaan seperti kuisioner yang dibuat oleh Akademi Keluarha Prima dan Rumah Dandelion. Pertanyaannya gak jauh dari kegiatan sehari-hari kita bersama anak. Setelah Mamiyu menjawab pertanyaan-pertanyaan yang ada, ternyata tipe pola asuh Mamiyu & Papino itu Authoritarian dan Adik Zee adalah tipe anak yang mudah beradaptasi. 


2. Emo Meter



Di fitur Emo Meter ini kita dapat mengetahui kemampuan sosial emosional (Social Emotional Learning) si Kecil terhadap diri dan lingkungannya. Fitur ini dikembangkan oleh Akademi Keluarga Prima bersama Psikolog Ligina Ayudia., M.Psi.

Penasaran juga sih, kira-kira Adik Zee anak yang seperti apa ya. Jujur, Mamiyu sebagai anak pertama beneran ngerasa beda banget sama Adik Zee yang notabenne (in shaa Allah) jadi anak bontot. Ada beberapa sisi yang ngerasa Adik Zee ini beneran bisa mandiri tapi nempel banget sama Mamiyu kayak perangko. Bingung gak tuh 😆 Wes, pokoknya dia ini gak terlalu drama kalau ditinggal sama Mamiyu. Gak ada nangis-nangis, yang ada malah dadah-dadah bahagia gitu. Tapi, kalau Mamiyu udah ada di rumah aja nih ya, hmmm.. Jangan harap bisa lepas, ngintiiiillll mulu wkwkwk. Bahkan, kakak-kakaknya mendekati Mamiyu aja gak boleh. Sampai-sampai, dia sering bilang "ini Maminya Dede, bukan punya kakak-kakak". 

Setelah mendapatkan hasil, ternyata kita juga dapat rekomendasi yang sesuai dengan perkembangan umurnya. Nah, kalau hasilnya Adik Zee kayak gini nih rekomendasinya. 



3. Rapor Tumbuh Kembang Prima



Ini nih, yang kita tunggu-tunggu Moms. Menu Rapor Tumbuh Kembang Prima yang menjadi posyandu online yang dapat kita gunakan. Caranya mudah banget, kita tinggal input data anak seperti tanggal lahir, tinggi badan, berat badan, dan lingkar kepala kemudian data tersebut akan diplot dalam kurva pertumbuhan WHO. Langsung deh muncul hasilnya apakah tinggi badan, berat badan, indeks massa tubuh, dan lingkar kepala anak normal atau tidak. Persis seperti yang kita lakukan setiap bulan di Posyandu kan ya. Malah yang ini lebih praktis karena sudah otomatis terinput hasilnya. 

Selain mengukur pertumbuhan, terdapat standar perkembangan sesuai usia anak dilihat dari aspek kognitif, motorik, serta bahasa. Kita dapat mengecek apakah anak berkembang sesuai usianya. Bila ada keterlambatan dapat segera dikonsultasikan ke tenaga medis seperti Dokter Anak. 

Alhamdulillah ternyata Adik Zee hasilnya masih diambang batas normal dan Mamiyu juga sudah coba untuk Cece Nadine juga. Alhamdulillah.. Alhamdulillah.. Alhamdulillah.. Karena jujur aja, ya sempet deg-deg-an juga kan, banyak banget yang bandingin Teteh - Abang dengan Cece - Dede. 


launching Akademi Keluarga Prima


Frisian Flag Indonesia Bersama Indomaret Membentuk Primanutri Posyandu 2022


Frisian Flag Indonesia tak hanya mengadakan posyandu online, tetapi juga posyandu offline bekerja sama dengan Indomaret. Purwanto Wahyudi, Marketing Micro-economics Project Executive Indomaret, menjelaskan Primanutri Posyandu diadakan di 20 kota, antara lain: Medan, Tangerang, Banjarmasin, dan Manado. Ditargetkan akan ada tiga ribu peserta yang berpartisipasi dalam kegiatan ini.

Andrew F. Saputro (Corporate Affairs Director PT.Frisian Flag Indonesia) mengatakan, "Posyandu Primanutri adalah langkah Frisian Flag Indonesia mewujudkan komitmen menjadi mitra bagi para orang tua untuk membangun generasi yang kuat dan tinggi, cerdas, dan bebas stunting. Kami ingin berkontribusi membangun generasi masa depan Indonesia dengan menyediakan produk susu berkualitas tinggi, menyediakan ruang bagi orang tua dan anak-anak untuk belajar tentang asupan bergizi, dan menggalang kemitraan yang positif dengan berbagai kalangan masyarakat, tujuannya adalah untuk membangun keluarga Indonesia yang kuat.”

Posyandu Primanutri ini diperuntukkan bagi balita, ibu dan lansia untuk diberikan layanan pemeriksaan kesehatan, edukasi kesehatan dan penyediaan makanan bergizi. Diharapkan edukasi dan layanan yang diberikan dapat mengoptimalkan kesehatan keluarga dan tumbuh kembang anak, baik secara fisik, maupun kognitif. 

Jika Moms berminat untuk hadir di Posyandu Primanutri ini, Moms bisa langsung datang ke lokasi yang ditetapkan, ya. Namun sebelumnya akan ada koordinasi terlebih dahulu dengan Dinas Kesehatan dan Kader Posyandu setempat dan akan diinformasikan 14 hari sebelum acara dimulai. Jangan lupa check berkala website atau follow sosial media nya Frisian Flag Indonesia ya buat mengetahui pengumumannya. 


Frisian Flag Primagro 1+ dengan 9AAE dan DHA 4x Lebih Tinggi

dr. Rini mengatakan, "Anak stunting memiliki kandungan 9 asam amino esensial (9AAE) lebih rendah dibanding anak normal.”

Asam amino esensial ini lumayan penting bagi tumbuh kembang anak. 9AAE berfungsi untuk memperbaiki jaringan tubuh, membantu meningkatkan metabolisme tubuh, serta berperan sebagai salah satu sumber energi yang dibutuhkan untuk memperlancar aktivitas anak

9 Asam Amino Essensial itu adalah : Trypophan, Isoleucine, Leucine, Valine, Methionine, Threonine, Histidine, Phenylalanine, Lysine. 

Ibu Pratiwi Rosani selaku Marketing Manager PT.Frisian Flag Indonesia, mengatakan bahwa 9AAE ini merupakan protein luar biasa yang berperan penting dalam dasar tubuh yang memiliki fungsi untuk :

  • Neurokognisi dalam pembentukan neurotransmitter yang mendukung kemampuan otak dalam berpikir, memecahkan masalah, dan berakal kreatif.
  • Stimulus dalam hormon pertumbuhan otot dan tulang yang mendukung tumbuh kembang anak menjadi kuat dan tinggi

Ternyata untuk mendapatkan 9AAE, sudah terdapat di produk susu pertumbuhan FRISIAN FLAG PRIMAGO. Selain itu, kandungan DHA nya juga 4X Lebih Tinggi (yang merupakan kandungan tertinggi dibandingkan dengan produk sejenis di kelasnya) untuk memastikan anak-anak tumbuh kuat dan tinggi, berkembang kemampuan kognitif menjadi anak yang kreatif dalam memecahkan masalah. Serta Omega 3, Omega 6, Minyak Ikan, Tinggi Protein, lebih dari 14 vitamin, dan 9 mineral. Kombinasi kandungan prima ini mampu memaksimalkan perkembangan otak dan tumbuh kembang yang dibutuhkan anak di 1000 hari pertama kehidupan si Kecil

Jadi, walaupun hasil kurva pertumbuhan Cece & Dede masih di garis normal, Mamiyu bakalan boster dengan 9AAE yang ada di Frisian Flag PRIMAGO ini. Yah, sebagai bentuk ikhtiar juga kali ya dan Mamiyu juga sudah coba kasih ke mereka, alhamdulillah untuk rasa lumayan cocok. Mereka gak ada penolakan gitu. Setelah Mamiyu tanya ke mereka, katanya mereka suka sama rasa susunya, enak. Alhamdulillah..



Biar gak ketinggalan updatenya, jangan lupa untuk follow akun instagramnya mereka ya Moms.. Share dong di kolom komentar, Kira-kira Mommies punya masalah yang sama gak dengan masalah yang Mamiyu alami di Cece Nadine dan Dede Zee.. 


https://instagram.com/frisianflagid

https://instagram.com/ibudanbalita











5 komentar:

  1. Anakku yg pertama dulu minumnya FF, itu badannya emang gembul banget malah kebalikan ama mamiyu, amma sama appa nya kecil Anakin ya ndut hehehe... Eh pas anak kedua (daenk) begitu lepas ASI gak mau sugor sama sekali. Badannya juga beda ama ceuceu nya, kecil makannya juga pilih². Tai pas konsutasi ke dokter malah diketawain ama dokternya "bapak ibunya keci ko' pengen anaknya besar"

    Jadi yasudahlah yg penting sehat aja, berusaha berfikir positif aja truz hehehehe

    BalasHapus
  2. Wah bermanfaat banget ini posyandu onlinenya, soalnya selama pandemi ini posyandu dirumah juga tutup. Jd boro2 deh mantau tinggi sama BB teratur, vitamin A aja ke skip terus.

    BalasHapus
  3. Disini juga posyandu lagi tutup. Cuma disuru ukur tinggi dan bb anak sendiri trus laporan ke kader komplek. misal ada vitamin, mereka keliling dan anter ke setiap rumah.

    BalasHapus
  4. Bagus banget nih gagasannya, platform posyandu online bermanfaat sangat dimasa pandemi skrg ini. Bte gumush amat tiap kali liat NZNZ

    BalasHapus
  5. Alhamdulillah anakku juga suka ni mom sama susu frisian flag. Pas hamil juga aku cocoknya sama susu frisian flag

    BalasHapus

Mohon maaf, komentarnya dimoderasi dulu yaa.. ^_^
Buat teman-teman yang menulis komentar dengan disertakan link hidup atau berbau pornografi dan situs judi online, langsung Mamiyu hempaskan loh ya! Bhayy~
Terima kasih